Tips HP Aman Dari Aplikasi Berbahaya Di Play Store




Sebagian besar orang lebih memilih menggunakan smartphone berjenis android. Alasannya karena mudah dalam pengoprasiannya, mudah didapat, hingga aplikasi yang disediakan pun cukup banyak. Aplikasi android bisa didapatkan secara gratis atau berbayar hanya dengan mendownloadnya di Google Play Store yang merupakan toko aplikasi dari Google yang resmi dan memang dikhususkan untuk smartphone android.

Ratusan bahkan ribuan aplikasi bisa ditemui di Google Play Store. Jenisnya pun beragam, dari aplikasi untuk berkirim pesan, aplikasi untuk foto, game, hingga aplikasi penunjang performa smartphone lainnya. Aplikasi-aplikasi ini memiliki fungsi yang berbeda-beda dan berasal dari perusahaan yang berbeda pula.

Banyak aplikasi yang digunakan oleh pengguna android seperti aplikasi pesan contohnya WhatsApp, dan Line. Kedua aplikasi ini pasti berasal dari perusahan penyedia aplikasi yang sudah terpercaya dan juga aman. Aman di sini berarti tidak merusak sistem yang ada di dalam smartphone, atau bahkan mencuri data pribadi yang ada di dalam smartphone.

Banyaknya aplikasi di Google Play Store, tidak semuanya berasal dari sumber yang terpercaya atau bisa dikatakan palsu dan berbahaya. Aplikasi-aplikasi palsu ini bisa merusak sistem yang ada di smartphone android bahkan bisa mencuri data pribadi sang pemiliki. Untuk itu, berikut ini Liputan6.com rangkum beberapa tips untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui aplikasi palsu atau berbahaya di Google Play Store yang dikutip dari techviral.net.

1. Nama Aplikasi

Cara pertama untuk mengetahui apakah aplikasi di Google Play Store itu palsu atau tidak adalah mengecek namanya. Apakah nama aplikasi tersebut familiar namun berbeda dari aplikasi aslinya, atau nama aplikasi tersebut terlihat kekurangan kata atau hanya mirip dengan yang asli.

2. Nama Pengembang

Jika kamu masih ragu, kamu bisa memeriksa nama pengembang atau developer dari aplikasi tersebut. Jika namanya terlihat aneh atau tidak wajar, maka kamu perlu berhati-hati. Nama pengembang bisa kamu periksa di kolom informasi aplikasi.

3. Ulasan dan Penilaian Pengguna

Cara berikutnya adalah dengan melihat ulasan atau komentar yang ada di kolom ulasan. Jika banyak ulasan negatif dan banyak orang yang mengeluh karena aplikasi tersebut palsu, maka sudah dipastikan bahwa aplikasi tersebut berbahaya dan jangan kamu download atau install.

4. Download Rates

Download Rates adalah seberapa banyak aplikasi tersebut di-download oleh pengguna. Aplikasi yang asli dan tidak berbahaya pasti akan banyak yang mendownloadnya. Berbeda dengan aplikasi palsu yang hanya beberapa saja. Kamu bisa membandingkan seberapa banyak pengguna mendownload aplikasi tersebut dengan aplikasi yang serupa, untuk mengetahui keaslian aplikasi.

5. Tangkapan Layar atau Screenshot

Pengembang aplikasi palsu tidak akan menggunakan tangkapan layar atau screenshot aplikasi asli karena faktor hak cipta. Aplikasi palsu biasanya akan menggunakan tangkapan layar yang cenderung aneh dengan warna yang tidak bagus, hingga kualitas foto yang rendah.

6. Periksa Izin

Sama halnya dengan memeriksa penembang, kamu juga harus memeriksa izin di kolom informasi aplikasi untuk mengetahui apakah aplikasi tersebut palsu atau berbahaya. Selain itu kamu juga bisa melihat izin apa yang diminta dari aplikasi tersebut kepada perangkat smartphone yang kamu miliki. Contohnya, aplikasi WhatsApp yang resmi akan meminta izin untuk membuka kontak, menghidupkan kamera, dan lain sebagainya. Namun jika ada aplikasi palsu contohnya aplikasi radio, kemudian ia meminta izin untuk membuka kontak hingga kamera maka kamu perlu waspada.

7. Gunakan Pencarian Google

Jika kamu masih ragu akan aplikasi yang ingin kamu download, kamu bisa mencarinya terlebih darhulu di pencarian Google. Jika aplikasi tersebut aman, maka Google akan memberikan hasil pencarian yang relevan dari aplikasi tersebut.

Itulah beberapa cara untuk mengetahui apakah aplikasi yang ada di Google Play Store aman untuk di download atau di-install di smartphone. Aplikasi yang berbahaya bisa sangat merugikan terlebih jika aplikasi tersebut bisa meretas data atau mengambil data penting di dalam smartphone.

Post a Comment

0 Comments